4.8.16

Dede ga mau masuk surga

Seringkali momen mengajarkan anak tentang sesuatu hal itu datang dgn sendirinya dan tanpa diduga.

Seperti beberapa malam lalu, ketika bertigaan kruntelan dengan bocah bocah selepas solat magrib berjamaah.

Tiba tiba thifa bertanya tentang satu kalimat dalam sebuah ikrar yg digunakan sebagai pembuka kelas di sekolahnya

"Ibu.. cinta Alloh sampai mati itu artinya sampai meninggal?"

"Iya mati itu meninggal"

"Yang dikubur di tanah? Nanti hidup lagi masuk surga?"

Merasa pas waktunya untuk menjelaskan tentang kehidupan setelah dunia, saya pun melanjutkan.

"Iya kalo soleh solehah insyaalloh nanti pas dibangkitkan lagi masuk surga"

Sebelumnya anak anak sudah tau tentang konsep surga dan neraka. Kami menjelaskannya itu adalah kompensasi atas apa yang telah kita lakukan. Kalau jadi anak solehah, rajin solat, ngaji, sayang sama orang tua kakak dan adik, senang berbagi, insyaalloh nanti masuk surga. Sebaliknya kalo di dunia selalu berbuat tidak baik, neraka tempatnya.

Sebenernya tentang neraka ini jarang dibahas. Tidak seperti surga yang seringkali jadi iming2 untuk beribadah.

Lagian serem juga yak, kalo ketika anak berbuat salah lalu dibilangin "awas nanti masuk neraka loh!".. kata2 sebagian dari doa juga paaan. Naudzubillahi min dzalik.

Tapi beberapa koleksi buku kami menceritakan tentang neraka ini, jadi anak anak sedikit tau bahwa neraka adalah tempat yang menyeramkan. Banyak apinya. Dan untuk orang orang yang tidak baik.

Tentu saja kalo konsep surga yg diperkenalkan adalah tempat yang indah dan menyenangkan. Dimana semua yang kita mau akan Alloh berikan. Yang paling menarik bagi mereka, tentu saja mainan (dan es krim! Hahaha). Thifa juga pengen punya rumah yang bagus dan besar katanya di sana. Lalu abinya mengajarkan bahwa kalo rajin solat sunat rawatib, Alloh kasih rumah di surga. Bocahnya pun jadi rajin ikutan kalo ibuabinya solat sunat setelah itu.

Tapi sepertinya kapan kita akan masuk surga dan bagaimana bisa hidup kembali setelah meninggal masih jadi hal yg mengawang untuk mereka.

Akhirnya malam itu saya bercerita bahwa ketika kita meninggal kita akan menunggu di dalam kuburan sampai hari kiamat tiba.

Pas sekali karna mereka sedang menghafal surat annaba yg bercerita tentang hari akhir ini.

"Nanti kalo hari kiamat, gunung2 meletus, tanah2 longsor, buminya hancur.. semua orang meninggal.. semuanya....

Nah ketika semua manusia sudah meninggal. Semuanya akan dibangkitkan lagi, yang di kuburan juga bangkit lagi, dikumpulkan berkelompok kelompok di padang mahsyar"

Cerita berlanjut ke padang mahsyar yg amat panas, barisan umat nabi muhammad yg akan dipimpin oleh beliau, buku catatan amal kebaikan dan keburukan selama di dunia berikut malaikat roqib atid yang mencatatnya, sampai ke yaumul hisab. Dan ujungnya pembagian surga dan neraka.

Selama bercerita ada bocah kecil yang tampak tidak mendengarkan tapi resah. Agak manyun dia tiba tiba bilang

"DEDE GA MAU MASUK SURGA, DEDE MAH DI ARCAMANIK AJA!!"

Hahahaha.. ibunya antara terpana dan hayang seuri.

"Loh kenapa.. kan di surga enak. Banyak mainan, ada es krim, ada energen"

"Ga mau..dede mau ama abi aja"

"Ih abi juga mau masuk surga"

Lalu tanpa diduga dia memeluk dan menangis

"Ga mauuu" katanya keukeuh.

"Kenapa? Dede mau tinggalnya di arcamanik aja? Rumahnya kaya gini?"

"Iyaa"

"Bisa kooo.. berdoa aja sama Alloh. Ya alloh dede nanti di surga mau rumahnya kaya di arcamanik. Kamarnya mau kaya gini. Kasurnya yg ikea (sebut merk dah ahahha). Mainannya mau banyak"

Bocahnya masih tersedu sedu di pelukan

"Dede maunya jam robocar poli"

"Hahaha bolehhh.. nanti minta sama Alloh di surga dikasih"

Dia masih menangis juga tersedu sedu

"Kenapa.. dedenya takut?"

"Iya dede takut.. nanti mau digendong abi aja ke surganya"

"Iya nanti insyaalloh bareng bareng.. berdoa biar semuanya masuk surga. Kan dede mah anak solehah, ga usah takut"

"Dede ga solehah......"

Aaah rupanya ini masalahnya.. bocahnya merasa ga pede untuk masuk surga.

Sabia memang istimewa dengan segala tingkah polah dan kepintarannya. Hobi sekali melakukan yang berkebalikan dari yang ibu dan abi katakan.
Sudah banyak konflik yang dilalui ibu dan neng bia. Berujung nangis-nangisan berdua sampai ketawa ketawa berdua. Rupa rupa pokonya.
Seringkali bikin ibu istigfar dalam ketidak sabaran.

Tampaknya si bocah menyadari hal ini dan mungkin menilai dirinya sebagai anak yang ga solehah karna sering ga nurut sama ibu.

Hiks.

Sedih. :'( :'(

"Ade solehah kooo.. rajin solat.. seneng ngahafalin annaba ya?.. sayang ama ibu sama abi"

"Ama ibu tiga kali.. ama abi satu kali" (ini hasil doktrin bapaknya hehe)

"Iyaa .. baik ya. Insyaalloh nanti masuk surga, kita berdoa ya."

....

Dan malam itu.. sambil memeluk si bocah yang menangis, hati ibu terluka.

Ini mungkin salah satu buah ketidaksabaran ibu dalam menghadapi ade sehingga bahkan dia mencap dirinya sendiri bukan anak yg solehah.

Astagfirulloh.

Maaf ya ade.

Seringkali ibu kebingungan bagaimana cara menghadapi ade ketika berulah. Mulai dari diam seribu bahasa sampai memberi hukuman pernah dilakukan.

Semoga Alloh selalu memberi petunjuk ya nak. Semoga Alloh memudahkan dan mengarahkan ibu dan abi di jalan yang benar dalam membimbing kalian.

Tapi sungguh ibu bersyukur.. ade diberi hati yang gelisah ketika merasa tidak sesuai dengan yang Alloh harapkan. Diberi rasa takut untuk tidak menikmati surgaNya.

Insyaalloh ade, anak yang solehah. Kita berkumpul lagi kelak di jannahNya.

25.7.16

Muttaqiya, orang yang bertakwa.

Sudah hampir sebulan thifa sekolah. Sekolahnya curi start 2 minggu di bulan ramadhan, karena masih angkatan pertama tea. Jadi #haripertamasekolah nya ngeduluin orang orang.

Sejauh ini, anaknya selalu penuh semangat. Banyak ketawa. Pulang sekolah dengan membawa banyak cerita. Bahkan ketika libur lebaran kemarin, doi kecewa berat karena tau liburnya 3 minggu yg mana artinya 21 hari.. ko lamaaa amaaat katanya. Tapi ujung2nya mah tetep seneng libur karna ke rumah nenek dan banyak sodara.

Dan hari ini, setelah seminggu sekolah kembali .. 25 juli 2016 jadi hari pertamanya menangis di sekolah :(

Siang itu ibu jemput pulang lebih cepat, kelas belum bubaran. Akhirnya duduk duduk di teras sekolah bersama ibu ibu yg lain. Lalu pintu membuka dan yg pertama keluar adalah bocah dengan baju kebesaran. Kirain bukan anak gue.. eh taunya tiba tiba dia meluk. Kaget kaaan.

Eeeh teteeeh. Diikuti gurunya di belakang. Abis muntah katanya. Dia pun nangis di pelukan.

Sesi drama bentar. Peluk peluk.. cup cup cup. Lalu anaknya pun ambil tas ke dalam. Dan saya tanya gurunya, kenapa ya bu? .. katanya "kayanya kekenyangan deh bu... Seperti biasa bekelnya abis semua".

Antara bodor, bangga bekelna habis wae, dan merasa bersalah apa ngebekelinnya kebanyakan yaa. Ah sudahlah.. kami pun pulang.

Di jalan pulang.. saya korek korek ke bocahnya.. ada apa sbenernya.

"Teteh kenapa bajunya diganti, karna muntah?"

"Ngga .. tadi main pasir. Aku lupa bajunya ga diiket ke atas jadi kotor. Ama ustadzah diganti"

"Ooh kirain ibu gara gara muntah"

"Kena muntahnya sedikit. Nanti di rumah aku mau ganti bajunya yaa"

"Ini bajunya pinjem siapa?"

"Teteh khansa"

"Oh iya.. nanti dicuci dikembaliin lagi ya. Ibunya lupa ga bawain baju ganti."

"Iya nanti lagi ga boleh lupa ibu"

"Iyaa maaf, kan dari kemaren ga kotor2an. Ibu kira ga usah bawa lagi"

"Nanti mau ganti" keukeuh.. sambil mata berair.

Sempet heran kenapa minta ganti padahal baju pinjemannya gambar frozen loh, gambar princess elsa dan anna sagede gaban, salah satu kartun favoritnya.

"Terus tadi teteh muntah kenapa? Kekenyangan?"

"Iyaa.. terus aku teh nangis jadi mau muntah"

Oooh muntah teh kedorong nangis juga kayanya.. ini bocah emg dari bayi gampang olab sih. Batuk, nangis, suka bikin dia jadi muntah. Apalagi ini baru beres makan.

"Kenapa atuh teteh nangis?"

"Aku teh bosen.. mau sama ibu aja"

"................. teteh ga seneng sekolah?"

"Seneng.. tapi aku tadi mau ke ibu"

Dan.. perbincangan udahan sebentar.

Setiba di rumah..

Doi langsung buka bajunya

"Ga dipake aja teh, biar sekalian kotor. Tar ibu cuciin" (padahal ibuna pangedulan.. hoream loba seuseuheun hahaha)

"Ga mauuuu.. aku mau ganti baju"

Baiklaaah.. abis ganti baju dia pun senyum senyum.

Ga lama sambil main, tiba tiba dia ngomong..

"Aku teh ga suka ibu pake baju yg tadi.. soalnya gambarnya makhluk hidup.. kan ga boleh"

Masya Alloh... athifaaaaaa :') ..  ternyata gara gara ini toh.. ibu speechless dibuatnya.

Bocah ini kalo ada yang ga sreg di hatinya emang suka dipendem dulu. Sampai mata berair biasanya.. lalu mewek hehehe. Tar abis itu baru ketauan deh sebnernya apa yg dirasa.

Dan Akhir akhir ini emang dia mulai istiqomah menghindari menggambar makhluk hidup. Kalaupun menggambar, tidak disempurnakan dengan mata dkk. Kalaupun ga sengaja tergambar, dia akan bilang "aduh ibu.. aku lupaaa kenapa pake mata"

Awalnya dicontohin sih (meski sungguh ibunya masih ga konsisten). Pernah bertanya lalu dibilangin bahwa Alloh melarang. Karna yang bisa menciptakan makhluk hidup itu hanya Dia. Alhamdulillah kami pun menemukan buku2 anak yg menghindari gambar makhluk hidup, jadi anaknya pun makin terbiasa.

Dan memang ibu (di bawah supervisi ketat abi) ga pernah beliin barang dengan gambar2 makhluk hidup.. meski kartun mah masi suka kadang2.

Rupanya alhamdulillah tertanam pada hatinya. Dia resah ketika tau bahwa yang dilakukannya Alloh larang.

"Teteh.. tadi mah darurat. Baju yg ada cuma itu. Kalo ga pake baju, nanti teteh keliatan donk auratnya, malu."

"Oh darurat bu?"

"Iya, ga apa apa. nanti lagi mah insyaalloh ibu bawain baju ganti ya buat jaga jaga"

"Iya.. ga boleh lupa lagi!"

Dan benar adanya nama adalah doa.. athifa muttaqiya, semoga selalu istiqomah di jalan takwa ya nak. Barokalloh. Terima kasih.. sekali lagi sudah jadi pengingat ibu dan abi

***

"Orang yang menggambar gambar-gambar ini (gambar makhluk bernyawa), akan diadzab di hari kiamat, dan akan dikatakan kepada mereka: ‘hidupkanlah apa yang kalian buat ini’” (HR. Bukhari dan Muslim).

31.5.16

"Bu.. kenapa Alloh mencintai kita?"

Seperti biasanya malam ini ade tidur lebih dulu. Tinggal kami berdua di kasur, mengobrol sebelum tidur.

Saya anggap ini quality time kami. Sejak kehadiran adiknya, tentu waktu berduaan saja dengan si anak pertama ini sedikit berkurang. Momen sebelum tidur ini biasanya diisi obrolan tentang apa saja kegiatan kami hari ini. Apa yang bikin dia seneng dan mengajaknya untuk bersyukur. Seringkali juga anaknya minta diceritain kisah nabi atau dibacakan buku. Kalau dia sedang mau, kami murojaah surat yg sedang dihafalnya. Sampai nanti akhirnya dia mengantuk, minta diputarkan murottal dan diusap punggungnya lalu tertidur.

Dan malam ini di tengah obrolan kami, yang mana ketika itu dia memunggungi saya dan minta diusap punggungnya..  tiba tiba si bocah membalikkan badan dan memberikan pertanyaan kejutan..

"Bu.. kenapa Alloh mencintai kita?"

Reaksi pertama saya adalah "eh" sambil sedikit cengo hehehe.. lalu buru2 berdoa dalam hati "Ya Alloh .. mudahkan untuk menjawab"

.
.

"Mmmmm.. karna Alloh yang menciptakan kita. Kaya teteh kalo bikin bikin sesuatu.. tuh yg kucing2an di tempel di pintu, boleh ga ada yg rusakin? Ada yg sobekin?"

"Ga boleh!"

"Karna teteh suka kan.. teteh sayang ama bikinan teteh. Makanya kalo ade nyoret2 gambar teteh, teteh suka nangis ya? .. Alloh juga gitu, Alloh yg nyiptain kita.. yg bikin kita, makanya Alloh sayaaang sama kita."

"Ooh" jawabnya pendek.

"Teteh sayang ga sama ibu?"

"Sayang"

"Kenapa?"

"Soalnya ibu baik"

"Nah berarti kalo teteh jadi anak baik juga Alloh pasti makin sayang yaa?"

"Iya"

"Makanya jadi anak baik yaa" 

.
.

Dan obrolan selanjutnya pun menohok hati saya

"Aku baik.. tapi ibunya jangan marah2 kaya tadi yaa"

..........
......
....

Iya, tadi sore selepas dua bocah mandi, saya ga bisa menahan diri untuk ga berbicara dengan nada tinggi pada mereka. Pasalnya ade yg belom sempat berhanduk, badannya masih basah oleh air, udah kabur duluan berlari menuju ke kamar tidur untuk ganti baju. Saya.. panik! Khawatir anaknya terjatuh karena licin.

"ADEEE .. BELUM PAKE ANDUK IH. LICIN. TAKUT JATUH!!"

Dan si bocah dengan cengiran yang khas, hanya berbalik badan sebentar, menatap saya.. lalu kembali berlalu sambil berlari. Persis cinta pas ngambek ama rangga di toko buku bekas karena dikata2in ga berpendirian. Bedanya yang ini mah ngebalik badanna bari seuri lain jamedud.

Kenapa ga dikejar? Waktu itu saya lagi ngandukin bocah yang satunya. Tapi Alhamdulillah anaknya ga jatoh.. selamat sampai kamar dengan cengiran kemenangan. Fyuuuh

Di kamar, saya handukin anaknya sambil kesel. Mungkin akumulasi kelelahan hari ini juga yaa sampai akhirnya saya jadi emosi dan mulai meledak.

"GA BOLEH KAYA GITU LAGI. ADE BADANNYA BASAH, BANYAK AIRNYA, TAR LICIN LANTAINYA. KALO JATOH GIMANA? YANG SAKIT SIAPA?"

dan dua bocah dengan culasnya kompak menjawab "ibuu" sambil ketawa ketawa

Masya Allooooh .. astagfirulloh :'(

"GA USAH KETAWA KETAWA. GA ADA YANG LUCU. YANG SAKIT BUKAN IBU. UDAH PAKE BAJU AJA SENDIRI"

dua bocah diam.. ibu lalu ngagoler di kasur nutup muka pake bantal.. narik nafas panjang. Menenangkan hati ceritanya. Fyuuuuh fyuuuuh.

Tapi da budak leutik mah yaa.. gampang sekali mencuri hati.. kedengeran suara mereka kerja sama milih dan make baju, lucu nian, hati ibu luluh juga. Ujung2na mah dibantuin meski sambil diem. Hehehe.. akur lagi pemirsa.

Tapi rupanya membekas sekali di hati teteh yaa. :( :(

..........
......
....

"Ibu ga akan marah marah, kalo teteh adenya nurut, mau dengerin ibu"

"Kalo aku nya ga nurut, ibu kasih tau nya pelan pelan aja"

"Iyaa maaf ya.. tadi sore ibu takut adenya jatuh, soalnya licin"

"Nah gitu.. ngomongnya pelan pelan kaya barusan"

"Iya insyaalloh.. maaf ya. Teteh adenya juga dengerin ibu yaa" ..

Bocahnya diam lalu mengangguk.

Sesungguhnya udah mau menetes ini air mata. Si bocah pun ngomong sambil berkaca kaca.

Akhirnya kami pelukan. Dia tertidur.

***

Betapa malam ini saya bersyukur akan segala nikmat dari Sang Maha Pecinta.

Dikaruniai anak solehah yang mau mencari tahu tentang Tuhannya.
Diingatkan lewat mulut kecilnya bahwa khilaf saya bisa membuat luka cukup dalam.
Dan alhamdulillah.. bisa memperbaikinya hari itu juga.

Semoga si bocah yg satu lagi pun mau memaafkan ibunya ini yang mesti banyak belajar sabar lagi.

Semoga selalu dimudahkan dalam membesarkan, mendidik, membimbing mereka agar selamat di dunia dan di akhirat.

Semoga bocah bocah ini bisa menjadi anak yang solehah, lembut hatinya, mau mendengarkan, dan istiqomah di jalanNya.

Semoga kelak kita semua bisa berkumpul kembali di surgaNya.



Dan sekali lagi si guru kecil memberikan pelajaran kepada ibu. Hatur nuhun neng geulis. Barokalloh.

10.3.16

Nama adalah doa

Karna nama adalah doa, bukan (hanya) menyangkut gaya

Memberi nama pada anak, semacam menitipkan doa di dalamnya. Dan...yess.. sejauh ini, Alhamdulillah terbukti.. dan seterusnya saya yakin.

Alhamdulillah.. kemudahan dari Alloh, saya dikaruniai istri yang pandai memilih opsi nama-nama anak dimana selanjutnya saya tinggal mendiskusikan lebih lanjut dengan beliau, opsi mana yang akhirnya kami (Abi Ibu) pilih.

Anak pertama... Athifa Muttaqiya

Kami titipkan doa, agar anak kami ini Athifa : lemah lembut, serta Muttaqiya : bertakwa.
Alhamdulillah, anak kami ini sering membuat kami malu dan bahagia.

ketika beliau mengingatkan kami dalam kebaikan dan kesabaran, dalam porsi beliau tentunya.

Entah dengan mengingatkan hal-hal yang kami pernah tanamkan, membacakan hapalan qur’annya dan lain sebagainya.

Menjadi malu, ketika hal yang pernah kami tanamkan, malah beliau yang mengingatkannya pada kami.

Dan juga.. lemah lembut..bahkan sampai tahap menangis tersedu-sedu ketika menyaksikan adegan sedih dalam suatu film...haha..agak mirip ibunya.

Anak kedua... Sabia Izzatunnisa

Kami titipkan doa, agar anak kami ini Sabia : menawan, serta menjadi Izzatunnisa : Wanita yang mulia.

Alhamdulillah.. beliau sangat menawan (charming).. bahkan menurut saya, beliau sudah memiliki fans.. haha..betul..fans.

Ambil contoh terdekat yaitu asisten rumah tangga (ART) kami sewaktu di surabaya, begitu menyayangi dan mengagumi anak kedua kami ini. Sampai saat ini, meski sudah terpisah, ketika berkirim short message service (sms) dengan istri saya, sang ART masih menanyakan ade sabia.

Tingkah polah dan tutur katanya sangat tak terduga (keluar dari kotak _out of the box) sekaligus kocak.

Tanpa terduga sering menggumamkan hapalan qur’an (jatah) teteh, sambil lalu..dan senang memakai mukena sendiri ketika diajak sholat berjamaah, walau terpasang terbalik-balik..hahaha.

Kami (Abi dan Ibu) berharap

Semoga, kelak sampai akhir hayat, doa dalam nama kalian terus diijabah Alloh Azza Wa Jalla.

Kami bahagia beranakkan kalian, semoga kalian pun demikian.

Kenikmatans berikutnya...insya Alloh

Tulisan ini, ungkapan rasa syukur saya atas segala karunia dan kemudahan yang telah Alloh berikan pada saya dan keluarga... saya berlindung kepada Alloh Azza Wa Jalla dari rasa ujub, bangga dan riya..

Sederhana saja, karna jika pandai bersyukur, niscaya akan ditambah lagi oleh Alloh Azza Wa Jalla kenikmatan-kenikmatan selain yang telah ada.....hehehe.... aamiin..

Kenikmatan.. pada dasarnya merupakan amanah.. yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban atasnya.

Berharap, berdoa dan berikhtiar... Kita semua.. bisa amanah menjalankan tugas masing-masing, selaku anak dan orang tua, khusnul khotimah, serta ber-ending mengantarkan kita ke surga-Nya. Aamiin


Abu Athifa 

Heryana

Ditulis di Indramayu, 
23 Jumadil Akhir 1437 H bertepatan dengan 3 Maret 2016

29.2.16

Alun alun bandung dan wajah wajah bahagia

Kalau kata Pidi Baiq, Bandung itu bukan cuma masalah geografis, lebih dari itu melibatkan perasaan.

Leres pisan kang pidi. Kalau udah ngomongin Bandung emang bawaannya pake hati melulu.
Kotanya sendiri memang ngangenin. Mulai dari kulinernya, cuacanya, sampai suasananya. Dan karena saya pun tumbuh besar di kota ini, banyak sudutnya yang memberi kenangan tak terlupakan.

Salah satu tempat bersejarah buat saya adalah Alun Alun Bandung.

Saya cukup sering ke sana bahkan dari sebelum ia menjadi tempat kekinian seperti sekarang ini. Ketika belum berumput sintetis dan para pedagang kaki lima masih banyak berseliweran, mulai dari pedagang bros seribuan, mainan anak, es kelapa muda, sampai baju.. ada!

Zaman kecil dulu, Alun Alun Bandung jadi tempat istirahat ketika nemenin mamah belanja ke daerah dalem kaum sana.

Mesjid agung yang bersebelahan dengan alun alun jadi tempat meluruskan kaki setelah hampir setengah hari berkeliling-keliling. Beli kain di kings, cari sepatu ke istana sepatu, liat liat tas dan dvd di kota kembang, kemudian makan di rumah makan ampera belakang mesjid agung. Ah kenangan.

Dan kemudian ketika beranjak remaja dan mulai.. ehm.. pacaran. Si mantan pacar yang alhamdulillah sekarang sudah jadi suami pun sering ngajak janjian ketemuan di alun alun bandung. Untuk kemudian nonton di galaxynya kings karena tentu saja harga tiketnya lebih murah dibandingkan bioskop bioskop lain di pusat kota hahaha.. kocek mahasiswa :p

Halte alun alun Bandung juga jadi saksi bisu tempat kami duduk ngobrol lama sambil nunggu damri arah ciburuy lewat. Untuk kembali pulang.

Pas si doi udah punya motor bekjul merah warnanya, damri udah kami dadahin doank. Momotoran donk sekarang mah. Biasanya kami parkir di parkiran alun alun bawah yg mana pas tanjakan keluar eyke mesti turun dulu, karna teu kuat kakaaa.. bisi ngajongkeng hahahaha x)))

Alun alun Bandung dan sejuta kenangannya. Berkesan sekali untuk saya.

Maka dari itu ketika akhirnya Alun Alun Bandung direvitalisasi, tentu saja saya gembira mendengarnya. Ga sabar untuk ajak anak anak main ke sana.

Ketika itu kami masih tinggal di Surabaya. Pas ada kesempatan mudik, mencoba mampir ke sana. Ternyata belum launching hihihi. Tapi udah ada beberapa orang yang main di dalamnya. Karena mikirnya kapan lagi tea yaa, akhirnya ikut nyobain si rumput sintetis.

Waktu itu arena bermain belum selesai pembangunannya. Taman bunga pun belum rampung. Baru lapangan rumput yang sudah siap pakai. Akhirnya kami beli bola plastik dan lari larian di sana. Anak anak girang nian. Pun orang orang yang ada di sana. Wajah wajah bahagia bertebaran. Ruang terbuka publik memang dirindukan yaa.

Kunjungan kedua kami ke alun alun adalah bulan lalu, setelah akhirnya resmi jadi warga Bandung kembali. Awalnya mampir karena sudah masuk waktu dzuhur. Kami parkir di lapangan belakang palaguna, jalan asia afrika. Langsung disambut tukang jualan tongsis dengan taglinenya "cekrek.. upload. Cekrek.. upload. Cekrek.. uplooad" hahahaha. Kreatif yaa? Emang alun alun ini instagramable sih. Cocok pisan buat selfie dan mejeng di media sosial. :D

Abi sholat, saya yang sedang libur sholat bermain bersama anak anak di arena permainan. Kali ini taman bunga sudah tertata rapih. Ada gedung juga yang katanya adalah perpustakaan. Entah sudah dibuka atau belum. 

Karena hari sudah siang, panasnya cukup menyengat, kami bermain tidak lama. Akhirnya berteduh di selasar masjid. Di sana saya disuguhkan pemandangan yang menghangatkan hati.

Ada seorang bapak dengan tiga orang anak laki lakinya sedang duduk berkumpul. Makan nasi dari satu wadah plastik beramai ramai. Bekel dari rumah tampaknya. Terdengar bocah yang paling besar berkata dengan antusias, "nanti cuci tangan sekalian wudhu yaa. Baru main" 

Yang paling kecil menatap penuh harap pada tukang jualan bola plastik. Bapaknya pun bilang, "nanti habis makan yaa". Dan dia pun semangat makan kembali. Piknik.. iya mereka piknik. 

Langsung merasa terharu sendiri, betapa Pak Ridwan Kamil memudahkan kalangan ekonomi bawah untuk tetap berekreasi tanpa mengeluarkan banyak uang ya. Karena bagi mereka jangankan piknik, uang untuk makan saja mungkin pas pasan.

Dengan adanya ruang terbuka publik yang gratis seperti ini, mereka pun akhirnya tetap bisa berekreasi. Menyegarkan pikiran. Bermain. Berbahagia.

Hatur nuhun kang emil. Semoga jadi amal jariyah. Dan semoga cita citanya bisa terwujud menjadikan Bandung, kota yang bahagia :)



17.2.16

2016

Hai!

Uda masuk bulan kedua di tahun 2016. Basi sebenernya yaa nulis resolusi2an. Tapi da pengen.. haahaha.. jadi mari kita nulis aja.

Kilas balik dulu sedikit ke 2015

Karir menulis mandeg hahaha.. ga produktif sama sekali. Eh kecuali nulis caption foto ig panjang panjang bisa diitung produktif nulis yaa hahaha.

Ide banyak.. dilakonin setengah setengah. Jadi ya gitu deh.. ga menghasilkan karya yg bisa dibanggakan xp

Terus terus yg lainnya.. alhamdulillah di awal tahun toilet training teteh tuntas dan tengah tahun proses menyapih ade berjalan lancar.

Terus skill menyetir nambah gaa? Yah lumayan laah.. trayek alun alun sidoarjo - waru, rungkut - pepelegi, cimahi - kopo - cimahi sudah dilewati :D meski parkir masih bego hahaha. Nyetir bertigaan ama bocah baru sekali, itu pun cuma dari rumah ke jalan raya depan perumahan jemput abi yg hari itu ngantornya ngangkot xp hihihi.. selebihnya menyetir masih dalam pengawasan abi.

Di tahun 2015 juga Alloh menguji lewat musibah sakit. Ibu divonis positif tbc. Pengobatan selama 6 bulan. Alhamdulillah sekarang sudah membaik. Dan yang paling disyukuri anak anak dan orang rumah ga ada yang tertular. Cerita selengkapnya insyaalloh menyusul yaa.

Terus yang seru lagi di tahun 2015.. kami jalan jalan ke lamongan. Wisata kuliner di malang dan makasar. Sempet juga nostalgia ke semarang. Selebihnya sih bolak balik bandung - surabaya aja.

Dan kemudian akhir tahun 2015 ditutup dengan sk kepindahan abi, kembali ke barat. Iyaaa alhamdulillah kembali ke bandung, pemirsaaaaa.

Jadi inget di postingan 2015 dulu ada doa saya selipkan semoga bisa pindah ke kota deket bandung. Waktu itu mikirnya kayanya agak mustahil buat pindah ke bandung.. jadi yg deket sana aja deh.. ga muluk muluk. Asal ongkos mudik bisa lebih irit aja pokoknya hahahaha. Tapi ternyata untuk Alloh ga ada yg mustahil.

Saya mintanya ke deket bandung, dikasihnya alhamdulillah ke bandung. :") Dengan sebelumnya melewati ke-php-an akan pindah ke kota lain di jawa barat tapi ga pindah pindah. Merasa doa doa ga terkabul. Lalu Dia buktikan.. diijabahnya doa ga selalu instan dan jawaban doa ga selalu sama dengan yg kita harapkan. Alloh knows best. Yang penting ikhtiar, ga bosen meminta, lalu tawakal. Dan Alloh pun beri kejutan menyenangkan. Alhamdulillah. Alloh bersama orang orang yg sabar. Eh emang sabar bu? Mudahmudahan dianggapnya sabar hahaha xp

Tapi tetep ada ujiannya.. ngetes ini teh masih jadi hamba yg bersyukur ngga. Di awal pindah kota ini, kami mesti ngalamin LDR dulu.. abi jadi bapak wikenan yang bolak balik bandung indramayu, sampai insyaalloh reorganisasi beres.. lalu kami berkumpul kembali semuanya di bandung.. setiap hari.. insyaalloh.. aamiin!

Itulah sedikit tentang 2015.. lalu lalu .. di 2016 ini mau ngapain aja

Hmmm..

1. Thifa insyaalloh mulai sekolah tahun ajaran baru nanti. Jadi awal tahun ini mari kita habiskan dengan survey sekolahan. Semoga dapet yg cocok, sevisi, dan menyenangkan.

2. Ade mulai toilet training. Haduuuh aku ko paling males yaa tahapan ini x_x Sebnernya akhir tahun lalu sempet uda mulai.. tapi karna riweuh pindahan tea jadinya ditunda sampai waktu yg belom ditentukan (baca : sampai ibu ga males bersihin ompol xp). Semoga berjalan lancar dan ga pake lama ya de yaa.

3. Beli mesin jahit dan bebikinan!

4. Hidup lebih sehat. Kurangin msg, banyakin sayur buah dan rajin olahraga (akeu pilih lari dan renang). Semoga bisa mengimbangi abi yg mulai konsisten jaga pola makan dan olahraganya.

5. Rapih administratif dalam pengeluaran keuangan.. karna selama ini sering tiba tiba kaget ko duit tinggal seginiii, dipake apa aja yaaa x_x seringnya sih yang lupa kecatet adalah jajaaan makanaaan (dan belanja online) xp

6. Pengen menginisiasi acara semacem bikin bikin di taman buat ibu ibu berbalita. Atau ngisi materi di tka depan rumah papah. Semoga ga cuma wacana dan rencana. Xp

7. Dan Masih... pengen.. bikin buku!

Bismillah.. semoga dimudahkan.

Ya Alloh semoga di tahun 2016 ini selalu ada dalam keberkahan dan keselamatan.. sehat semuanya, bahagia, rejeki lancar, dikelilingi orang orang baik dan bisa menebar banyak manfaat untuk umat.

Dan semoga Ya Alloh bisa tinggal di bandung yg lamaaaa.. seterusnyaaa.. sampai pensiun nanti tiba.

Aamiin

Home



Ini dia..
Rumah kami selama 2,5 tahun terakhir.

Tempat yg bikin banyak belajar.. belajar mandiri, tinggal jauh dari orang tua.. belajar tentang arti syukur dan sabar.. tentang memaafkan.. tentang Alloh lah sebaik baik tempat bergantung.. bukan manusia.

Tempat yg setiap pojoknya memberi kenangan.

Kamar yang sering dipake kruntelan berempat, tempat ngeliatan anak anak loncat loncat di kasur sambil main nerusin ayat. Yang jarang rapihnya meski rasanya diberesin setiap saat :))

Dapur yg jadi tempat resep resep hasil googlingan ibu diuji coba. Sampai akhirnya bisa bikin hashtag #dapuribuanggun di instagram. Xp

Ruang tengah tempat teteh latihan ngaboseh waktu awal dibeliin sepeda. Tempat makan lesehan sambil ketawa ketawa bercerita. Yang sering jadi sungai berisi buaya kalo siang siang dengan sofa sebagai perahunya (dan ibu buayanya) :D

Rumah yg hangat. Yang selalu dihiasi teriakan girang anak anak ketika ngagabrug abi yg baru pulang kerja bahkan sebelum sempat menyimpan tasnya.

Rumah yg jadi saksi ade belajar berguling, merangkak, berjalan, manjat meja, sampai akhirnya bisa gelantungan di gagang pintu kamar.. dan tentu saja tak lama kemudian gagang pantona rusak hahahaha.

Rumah yg jadi saksi hafalan teteh.. mulai dari al fatihah sampai al qoriah.

Rumah yg nyaman meski pernah sekali kebanjiran. 
Rumah yg akan dirindukan.. karna sekarang sudah bukan lagi jadi tujuan pulang.

Tapi seorang bijak pernah berkata.. rumah adalah ketika kita bersama orang yg dicinta. Maka rumah kami adalah rumah di kota mana abi bekerja, mencari rejeki untuk keluarga. 
Dan alhamdulillah .. kali ini .. bandung, kami pulang :)

***

Pekalongan, 30 januari 2016
Dalam perjalanan sby-bdg, sambil nunggu bapak supir yg lagi istirahat, bangun.