Postingan

Tidak Semua Anak Harus Hobi Membaca

Gambar
Udah kontroversial belum judul postingannya?😆 Tenang, Gais... jangan julid dulu!  Tentu saja saya termasuk yang mendukung gerakan literasi untuk menumbuhkan minat baca anak sejak dini. Yes,  I do!  Raising A Reader Buku adalah salah satu yang saya perkenalkan kepada anak-anak sejak mereka masih bayi. Membeli buku anak hampir menjadi sebuah hobi, baik itu buku baru atau pun bekas. Ada satu masa, saya sampai harus menahan diri untuk tidak membeli lagi karena rak buku di rumah sudah terlalu penuh. Sampai akhirnya, kami hibahkan beberapa buku. ( lalu beli lagi...  #eh)   Terbukti ketika pindahan (yang mana sudah sekian kali terjadi) dus koleksi buku kami termasuk yang paling banyak jumlahnya dibandingkan dus lainnya, bahkan mengalahkan dus peralatan dapur.  Alhamdulillah enggak cuma doyan belinya, saya juga menikmati momen membacakan buku untuk anak-anak. Meskipun seringkali ngantuk menyerang saat mereka sedang asyik menyimak, lalu sesi membaca pun berujung, "Ibu ... kenapa ceritanya

Candy Crush Mania

Gambar
Dalam 24 jam, waktu untuk diri sendiri rasanya baru bisa saya dapatkan di malam hari, saat anak-anak sudah tertidur lelap.  Walau kadang badan terasa sudah lelah, entah mengapa rasanya kok sayang kalau ikutan tidur juga. Waktu yang rasanya terlalu berharga untuk dilewatkan hanya dengan tidur saja, my-me-time .  Akhirnya pilihan kegiatan yang saya pilih hampir setiap malam adalah yang menghibur dan bisa dilakukan sambil rebahan, misalnya scrolling instagram, ngetik blog kaya sekarang, atau nonton drama korea. Dan satu lagi aktivitas favorit yang paling sering dilakukan saat me time adalah main Candy Crush! Awal mulanya Permainan Candy Crush ini mulai saya mainkan sekitar tahun 2018. Cukup konsisten sampai akhirnya di tahun keempat ini saya sudah berada di level 3854. Coba konsistennya di hal laen yang lebih berfaedah ya 😅😂 Iya, ternyata bisa sampai ribuan gini levelnya, ngalahin lapisan wafer tango yang ratusan. Bahkan dosen saya pernah memposting di media so

Ketika Ramadan Tiba

Gambar
Dido duduk di taman sekolah dengan muram. Besok adalah hari pertama  Ramadan . Dido tidak suka ketika Ramadan tiba. Namun, orang-orang malah menyambutnya dengan gembira. Padahal kan waktu tidur jadi terganggu dan di siang hari kita tidak bisa makan dan minum. "Dido ... " Ada seseorang yang memanggilnya, rupanya Ari.  "Lemes amat, Do, puasanya juga belum." Dido hanya membalas dengan senyuman.  "Eh ... nanti malam aku samper ke rumah ya, kita tarawih bareng." kata Ari. Rumah mereka memang berdekatan, masih satu kompleks perumahan. "Oke," jawab Dido malas.  "Kamu mau ikut keliling kompleks bangunin sahur juga gak? Seru loh, jalan-jalan mukul kentongan atau galon gitu bangunin ibu-ibu." ajak Ari, "Sahuuuur ... sahuuur ...." lanjutnya bersenandung.   "Hah, emang kamu berani masih gelap gitu keliling kompleks?" tanya Dido. "Ya rame-rame lah. Ayah dan kakakku juga ikut nemenin. Kamu ijin dulu aja ke orang tua, kalau

Tiga Resep Mudah dan Murah Untuk Akhir Bulan

Gambar
Saya suka memasak, walau sebetulnya enggak jago-jago amat. Menu yang saya masak tentu saja yang mudah , mengingat keahlian yang biasa saja dan tentu saja waktu di dapur yang sebisa mungkin tidak terlalu lama karena kerjaan rumah lainnya menanti untuk dikerjakan. Melanjutkan tulisan sebelumnya tentang tips kewarasan untuk ibu rumah tangga, berikut ini saya mau berbagi juga resep masakan yang mudah dibuat dan murah biayanya sehingga cocok untuk dijadikan menu akhir bulan. Semoga bisa bermanfaat untuk para ibu di dapur rumahnya.  1 . Nasi Liwet Ayam Krispi Menu ini sempat viral di dunia maya. Ayam krispinya menggunakan salah satu merek ternama. Saya yang kepo , akhirnya mencoba membuatnya juga. Namun, ayamnya menggunakan merek lokal saja,  hihihi . Kan judulnya juga menu akhir bulan. Dua buah ayam saja bisa disajikan untuk 4-5 orang.  Bahan : - 3 cup nasi - 2 buah ayam krispi - 2 siung bawang putih - serai dan daun salam secukupnya - kaldu bubuk Cara membuat : Masak nasi seperti bi

Si Pemuda Panada

Gambar
Mendung menggelayut di langit Bandung pagi ini. Angin dingin berhembus melewati sela-sela amfiteater menerpaku yang sedang merasa kesepian. Aku, seperti biasanya, berdiri tegak di bagian barat kampus ini. Sejak dulu, tak berubah. Hanya suasananya yang kini berbeda.  Dulu, hari-hariku selalu ramai, diwarnai langkah-langkah kaki menuju tempat kuliah, celotehan para mahasiswa, suara dosen mengajar, keluhan korban yang mendapat kuliah di lantai tiga pada jam tujuh pagi, suara kepanikan seseorang yang tersesat salah belok menuju kelas tujuannya, ditambah lagi suara ibu kantin  yang sedang marah-marah karena ada mahasiswa yang salah menempatkan uang bukan di baki pembayaran untuk membayar nasi hainan terenak sekampus raya. Namun kini, sepi sunyi saja yang terdengar di sini. Hanya ada ruangan yang kosong, lantai yang berdebu, dan dinding dingin yang mulai melapuk. Puluhan purnama kulewati dalam kesendirian. Semuanya mendadak hilang seperti ditelan bumi. Tak ada lagi kegiatan di sini. Hanya sa

tips menjaga kewarasan ibu rumah tangga

Katanya menjadi ibu rumah tangga itu mudah stres karena harus menghadapi rutinitas harian yang cenderung membuat jenuh. Terlebih jika ibu tersebut memiliki balita yang masih sangat bergantung kepadanya. Berikut ini beberapa tips yang bisa saya bagikan untuk menjaga kewarasan seorang ibu rumah tangga. Tentu saja pengaplikasiannya bisa berbeda untuk setiap ibu karena setiap rumah tangga pun berbeda kondisinya, tapi tidak ada salahnya dicoba kan?  1. Delegasikan pekerjaan kepada pihak lain Pekerjaan rumah tangga itu rasanya tidak pernah ada habisnya, sebut saja tumpukan baju dan piring kotor, lantai berdebu, baju kusut yang harus disetrika, belum lagi makanan yang harus tersaji di meja untuk keluarga. Terkadang tidak semua bisa dikerjakan oleh kita. Jika Bunda memiliki rejeki lebih, tidak ada salahnya mendelegasikan pekerjaan tersebut kepada pihak lain, seperti ART (Asisten Rumah Tangga),  laundry kiloan, catering , ataupun tenant  Go Food. Selain berbagi rejeki, beban hidup pun berkura

Memori di Tanah Suci (1)

Gambar
Pertengahan tahun 2010, saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan sebagai guru di satu sekolah swasta. Alasan utamanya karena saya berencana menikah di akhir tahun tersebut dan nantinya akan mengikuti sang calon yang tinggal di rantau. Siapa sangka waktu luang yang akhirnya saya punya, menjadi jalan rejeki untuk bisa berkunjung ke rumah-Nya.  Ketika itu Bapak saya baru saja memiliki rejeki tambahan. Beliau ingin sekali kembali mengunjungi tanah suci setelah perjalanan hajinya tiga tahun sebelumnya. Kali ini, beliau ingin mengajak anaknya. Dari kelima anaknya, hanya saya yang saat itu leluasa untuk ikut serta. "Gun, umroh yuk!" ajaknya. Tentu saja dengan semangat 45, saya menyambut ajakan tersebut. Pernah ada yang bilang, "Kunjungilah tanah suci, niscaya kau selalu ingin kembali." Ah, rupanya itu benar. Mungkin karena perjalanan ke sana merupakan perjalanan rohani, jadinya akan sangat berkesan di hati. Masjid Nabawi yang Menawan Hati 13 Juli 2010 menjadi hari kebe