Postingan

Lima Resep Olahan Nasi Sisa

Gambar
Tantangan blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan ini adalah menuliskan resep masakan andalan di hari spesial. Wow , menarik, ya! Meski tetap karena ke-sok-sibuk-an saya, ujungnya jadi tim deadliner juga. 😆 Sebenarnya saya cukup sering menulis resep masakan di Instagram dengan tagar #dapuribuanggun, tapi biasanya yang saya tulis adalah resep masakan sehari-hari. Ketika dihadapkan pada resep andalan di hari spesial, saya malah jadi bingung mau menulis apa.  Kami tidak merayakan ulang tahun, jadi saya tidak pernah memasak khusus di hari tersebut. Kalau hari raya,  biasanya saya jadi tim dimasakin oleh Mamah. Baru lebaran tahun ini saya masak sendiri,  tapi itu pun menggunakan bumbu instan. Kan enggak lucu kalau saya hanya  ngopi paste petunjuk pemakaian di balik kemasannya ke sini,  hahaha. Akhirnya, saya memutuskan mau berbagi resep mudah yang semoga bermanfaat saja deh karena setiap hari itu terasa spesial asalkan kita berkumpul bersama orang-orang tersayang buk...

Bukan Keluarga Cemara, Meski Punya Becak

Gambar
Suatu hari di tahun 2014, ketika kami masih tinggal di Surabaya, suami sempat berkata,  "Beli sepeda mahal-mahal, yang bisa dibonceng cuma satu. Mending beli becak sekalian, ya, bisa kebawa semua."  Waktu itu,  saya iya-iya-in saja. Beliau memang hobi mengeluarkan ide-ide kreatif. Namun, saya tidak menyangka ternyata urusan becak ini  beneran  dieksekusi. Beberapa hari setelahnya, becak bekas yang dijual pemiliknya karena sudah beralih ke becak motor parkir manis di depan rumah kami. Becak yang berhasil membuat anak-anak terpukau.  "Ini beneran becaknya teteh? Becak kita?" tanya si sulung dengan takjub.  Begitulah bapakmu, Nak, sering out of the box, hahaha.  Pertemuan pertama Tiga minggu setelahnya jadi momen penuh keseruan buat kami. Kegiatan harian diwarnai dengan mencicil mendandani becak. Mulai dari mengelas dan mengecatnya, memilih kain untuk tudungnya, mencari tukang sol sepatu yang mempunyai jarum besar untuk menjahit tudung tadi,  sa...

Manisnya Sebuah Perjuangan

Kalau membahas tentang pendidikan,  saya termasuk yang memiliki privilege untuk   menikmatinya tanpa kesulitan berarti. Meski harus mengalami tiga kali pindah sekolah saat SD karena mengikuti kepindahan orang tua,  saya selalu bisa bersekolah di tempat yang baik dan disediakan segala fasilitas pendukungnya oleh orang tua. Berbeda dengan suami, untuk mengenyam pendidikan tinggi, beliau harus melalui perjuangan yang cukup berat dan panjang. Alhamdulillah, beliau memiliki pendukung utama yang selalu bersemangat ikut berjuang,  bapaknya. Bapak mertua,  qadarulloh,  menjadi seorang yatim piatu sejak kecil. Ia harus berjuang mengumpulkan biaya sendiri untuk bersekolah. Hobinya adalah membaca, terutama tentang politik dan sejarah. Karena sulit mendapatkan buku, papan baca koran menjadi alternatif bacaannya. Cita-citanya adalah masuk sekolah kejuruan. Sayangnya, uang yang berhasil dikumpulkan untuk biaya sekolah, hilang entah kemana saat beliau akan pergi mendaftar...

Little Wisdom

Gambar
Begitu tahu tantangan blogging Mamah Gajah Ngeblog di Bulan April ini adalah ulasan buku, saya langsung menatap koleksi tumpukan buku kepunyaan bocah di rumah.  Iya, sekarang ini koleksi buku mereka lebih banyak dibandingkan ibunya, mulai dari picture book,  komik, ensiklopedia, sampai novel. Akhirnya, dipilihlah satu novel yang baru saja diselesaikan oleh si sulung dalam waktu tiga hari. Novelnya bercerita tentang masa kecil seorang perempuan yang kelak di masa depannya akan menjadi seorang ibu hebat dari empat anaknya. Pas sekali dengan syarat tantangan kali ini yaitu ulasan buku tentang/yang ditulis oleh perempuan inspiratif. Alhamdulillah, tenang sudah hati ini. Bahan menulis sudah di tangan. Hari pun silih berganti, sampai akhirnya tiba juga di penghujung bulan April. Namun, sang novel baru saja terbaca kurang dari sepuluh halaman. Duh! Adakah yang bernasib sama seperti saya? Tak seperti zaman 'muda' dulu yang kalau belum tamat membaca satu buku rasanya enggak ingin tidu...

Black is Beauty (2)

"Nu ieu mah hideung nyalira, nya?"   Ujar seorang kerabat jauh saat lebaran tiba. Kalimat tersebut diarahkan kepada saya yang saat itu berusia sekitar enam tahun. Si anak kedua yang katanya berkulit gelap tidak seperti kakak dan adiknya.  Menjadi anak tengah, konon katanya suka beda sendiri dengan yang lainnya. Entah mitos atau fakta. Pada kenyataannya, secara fisik memang saya cukup berbeda, terutama bagian warna kulit. Kakak dan adik berkulit putih seperti Mamah, sedangkan saya mewarisi kulit gelap Papah.  Alhamdulillah,  Allah anugerahkan sifat cuek pada diri ini. Jadi,  saat ada komentar kurang enak seperti di atas, Anggun  kecil bisa menanggapinya dengan cukup santai dan tidak terlalu ambil pusing. Komentar-komentar bernada serupa pun pada akhirnya tertutupi dengan berbagai prestasi yang saya raih.  "Wah,  hebat rangking satu!" "Keren,  bisa ikutan olimpiade IPA!" "Alhamdulillah,  nemnya besar bisa masuk sekolah favorit, ya!" Namun,...

Our Little Chefs

Gambar
Sejak berusia empat tahunan, anak-anak terbiasa ngerecokin ibunya di dapur. Terkadang hanya ikut bermain masak-masakan dengan peralatan dapur, di lain waktu menjadi asisten ibu bagian mengupas bawang atau mengaduk adonan. Bukan hanya karena mereka perempuan saja maka saya mengajak terjun ke dapur sejak dini, melainkan karena saya merasa banyak manfaat yang bisa didapatkan. Mereka berkegiatan positif, belajar berhitung, belajar membaca resep, belajar mengenal berbagai macam bahan makanan, bonusnya mereka lebih lahap makan jika ikut terlibat dalam pembuatannya. Meski tentu saja, berkegiatan di dapur bersama anak-anak ada konsekuensi yang harus ditanggung. Dapur menjadi jauuuuuh lebih berantakan ... hahaha.  Di masa pandemi ini, memasak menjadi salah satu agenda penghilang kebosanan bagi kami. Memang aneh ya selama di rumah saja, kok rasanya mulut ini sulit untuk berhenti mengunyah dan perut ini cepat sekali laparnya. Akhirnya, dapur menjadi salah satu tempat favorit. Awalnya, anak-a...

Ketika Mamah Mager Bergerak

Gambar
Kesehatan menjadi hal yang terasa sangat berharga terutama di masa pandemi seperti sekarang ini. Banyak hal yang dilakukan demi menjaganya. Masker dan hand sanitizer menjadi barang wajib ketika keluar rumah. Stok sabun cuci tangan menjadi lebih cepat habis dari sebelumnya. Berjemur mulai menjadi agenda rutin banyak orang. Minuman herbal yang konon katanya meningkatkan imunitas pun mulai tenar, mulai dari jamu,  wedang empon-empon ,  sampai madu hangat ditambah perasan lemon. Semangat berolahraga masyarakat pun meningkat. Terbukti dengan naiknya harga sepeda di masa awal pandemi karena permintaan yang melonjak. Sebagai anggota mamah   mager alias malas gerak, berolahraga merupakan tantangan terbesar bagi saya. Rasanya kerjaan domestik di rumah saja sudah membuat lelah. Sampai akhirnya, suami berinisiatif membelikan sepeda untuk istrinya. Ditambah,  akhir tahun lalu komunitas Mamah Gajah Berlari (MGB)  membuat challenge untuk bergerak minimal empat jam dalam...