Postingan

tips menjaga kewarasan ibu rumah tangga

Katanya menjadi ibu rumah tangga itu mudah stres karena harus menghadapi rutinitas harian yang cenderung membuat jenuh. Terlebih jika ibu tersebut memiliki balita yang masih sangat bergantung kepadanya. Berikut ini beberapa tips yang bisa saya bagikan untuk menjaga kewarasan seorang ibu rumah tangga. Tentu saja pengaplikasiannya bisa berbeda untuk setiap ibu karena setiap rumah tangga pun berbeda kondisinya, tapi tidak ada salahnya dicoba kan?  1. Delegasikan pekerjaan kepada pihak lain Pekerjaan rumah tangga itu rasanya tidak pernah ada habisnya, sebut saja tumpukan baju dan piring kotor, lantai berdebu, baju kusut yang harus disetrika, belum lagi makanan yang harus tersaji di meja untuk keluarga. Terkadang tidak semua bisa dikerjakan oleh kita. Jika Bunda memiliki rejeki lebih, tidak ada salahnya mendelegasikan pekerjaan tersebut kepada pihak lain, seperti ART (Asisten Rumah Tangga),  laundry kiloan, catering , ataupun tenant  Go Food. Selain berbagi rejeki, beban hid...

Memori di Tanah Suci (1)

Gambar
Pertengahan tahun 2010, saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan sebagai guru di satu sekolah swasta. Alasan utamanya karena saya berencana menikah di akhir tahun tersebut dan nantinya akan mengikuti sang calon yang tinggal di rantau. Siapa sangka waktu luang yang akhirnya saya punya, menjadi jalan rejeki untuk bisa berkunjung ke rumah-Nya.  Ketika itu Bapak saya baru saja memiliki rejeki tambahan. Beliau ingin sekali kembali mengunjungi tanah suci setelah perjalanan hajinya tiga tahun sebelumnya. Kali ini, beliau ingin mengajak anaknya. Dari kelima anaknya, hanya saya yang saat itu leluasa untuk ikut serta. "Gun, umroh yuk!" ajaknya. Tentu saja dengan semangat 45, saya menyambut ajakan tersebut. Pernah ada yang bilang, "Kunjungilah tanah suci, niscaya kau selalu ingin kembali." Ah, rupanya itu benar. Mungkin karena perjalanan ke sana merupakan perjalanan rohani, jadinya akan sangat berkesan di hati. Masjid Nabawi yang Menawan Hati 13 Juli 2010 menjadi hari kebe...

Awal Mulaku

Gambar
Waktu terus bergulir Lebih dari seratus purnama telah terlewati Namun, hari itu masih tersimpan di memori Saat gelombang cinta hadir di hampir penghujung hari Denyut jantungku yang tak teratur Denyut jantungmu yang seringkali mengendur Membuat kami waspada Membuat mereka pun siaga Jarum jam terasa berjalan lambat Sakit yang datang semakin tak bersahabat Aku kuat... Aku kuat... Kuucapkan lamat-lamat Karena artinya waktu hadirmu mendekat  Perjalanan pun bermula Saat tangismu mewarnai dunia Saat pertama kali kita bersentuhan di dada "Assalamualaikum, Solehah!" kalimatku yang pertama Hadirmu ceriakan dunia kami Menghangatkan hati kami Menyejukkan mata kami Dan menghapuskan lelah kami Karena ternyata bukan perjalanan yang gampang Malam-malam yang panjang Drama menyusui, GTM, sampai tantrum tak berkesudahan Belum lagi rumah yang berantakan Kini ku tahu mengapa berbuah surga Karena jika mudah, mungkin hanya berhadiah voucher yogya Namun, tetap amanah ini adalah yang terindah Karena ...

Kilas Balik 2021

Gambar
Beberapa tahun ke belakang, setiap akhir tahun di instagram ada satu tagar yang selalu hits , yaitu #bestnine,  sembilan foto kita yang katanya terbaik di tahun itu.  Untuk mendapatkannya, cukup memasukkan nama akun instagram ke satu web yang nantinya akan mengumpulkan sembilan foto dengan jumlah like terbanyak di akun tersebut.  Mungkin bisa dibilang best nine  karena dinilai berhasil dalam dunia media sosial ya, kan banyak yang nge - like 😝 .  Namun, kalo secara best moment menurut saya sih kadang tidak pas juga hasil pilihan web tersebut, maka dari itu saya lebih sering bikin # bestnine versi sendiri.  (Brb buka aplikasi Photogrid...   hahaha) Sebagai yang cukup aktif memposting foto di instagram, terutama momen-momen spesial, tiap akhir tahun saya jadi bersyukur karena bisa sedikit kilas balik di tahun itu sudah ngapain aja . Well , tahun ini saya belum tahu akan bikin # bestnine di instagram atau tidak. Namun, saya akan menul...

titik balik

Pernah ada hari-hari di tahun 2015, ketika saya banyak melamun, sering over thinking , sangat sensitif, tak jarang tiba-tiba meneteskan air mata tanpa alasan. Kalau dipikirkan sekarang, tampaknya kelelahan mempunyai dua batita dan tinggal di rantau menjadi salah dua pemicunya. Ditambah ketika itu, saya pun sedang sakit yang memerlukan pengobatan yang cukup panjang. Kemudian ada satu ujian hidup lainnya yang menghampiri juga dengan tiba-tiba. Salah satu tahun terberat dalam hidup. Sampai akhirnya di satu akhir pekan, saya bersama suami dan anak-anak akan pergi ke suatu tempat untuk menjalankan agenda rutin setiap weekend tiba. Perjalanannya cukup jauh. Selama perjalanan, saya banyak diam, membiarkan anak-anak bermain berdua. Saat mulai melamun sambil menatap jendela itu lah, tiba-tiba rasanya mata basah. Terlalu banyak yang dipikirkan, terlalu banyak yang dirasakan.  Tanpa saya sadari, ternyata ada yang memperhatikan. Tiba-tiba arah mobil pun berubah, putar haluan, bukan ke tempat ...

Si Pecinta Olahraga

Gambar
Sore itu di satu akhir pekan, beliau mengeluhkan badannya yang lelah karena baru saja melakukan perjalanan luar kota. Belum lagi, minggu itu pekerjaannya memang sedang benar-benar padat, baik di balik meja maupun di lapangan. Waktu dan tenaganya terkuras habis.  Tak lama, setelah menatap layar handphone- nya, beliau yang tadinya lemas tiba-tiba bersemangat, kemudian menghampiri saya sambil berkata riang, "Bu, Abi main bola yaa ama temen-temen tar sore. Deket rumah ko lapangnya." "Loh, bukannya cape,  ga enak badan?" sindir saya.  "Hehehe.. Makanya harus diolahragain, biar seger," ujarnya beralasan. Yah, begitulah beliau. Olahraga adalah hobinya. Mau secape apapun, diajak olahraga pasti hayu.  Olahraga apa?  Banyaaaak! Sepak bola adalah kesukaannya sejak kecil. Sebelum pandemi, hampir setiap pekan ada agenda bermain futsal, biasanya malam selepas bekerja. Saya sih ikut senang karena sepulang futsal biasanya beliau akan membawa oleh-oleh makanan sebagai sogo...

Playdate (di) Bantim

Gambar
Katanya, bergabung dengan komunitas adalah salah satu hal yang bisa mengurangi tingkat ke- stress -an seorang ibu dengan segala amanahnya. Selain untuk memenuhi kebutuhan sosialisasi, komunitas pun bisa menjadi ajang aktualisasi diri dan mendapatkan support system.  Komunitas ini bisa bermacam-macam. Ada komunitas hobi, komunitas almamater, komunitas profesi, komunitas ibu-anak, dsb. Salah satu komunitas yang saya ikuti adalah ITB Motherhood. Saya pernah sedikit bercerita tentangnya di sini . Komunitas yang satu ini dibentuk oleh para mamah alumni kampus gajah alias Institut Teknologi Bandung. Di sini, kami saling support, khususnya dalam hal dunia parenting.  Homebase komunitasnya ada di grup facebook. Anggotanya tersebar di banyak kota, bahkan negara. Pada akhirnya bermunculan lah banyak sub-grup ITB Motherhood per regional di grup whatsapp .  ITB Motherhood Cabang Bandung Timur Sekitar tahun 2016, saya kembali ke Bandung setelah merantau ke beberapa kota sejak menika...